post by mkim_wp | 0 comment

Silabus

 A. Peminatan Ilmu Kimia Bioorganik (IKB)

No. Nama Matakuliah Kode Silabus
1. Kimia Organik Fisik Lanjut (w) AKM22612 (3 sks) Kimia organik fisik merupakan suatu istilah yang diciptakan oleh Louis Hammett pada tahun 1940, yang mengacu pada disiplin kimia organik yang berfokus pada hubungan antara struktur kimia dan reaktivitas, khususnya dengan menggunakan instrumen kimia fisik untuk mempelajari molekul organik. Titik fokus studi yang spesifik meliputi (1) tingkat reaksi organik, (2) stabilitas kimia relatif bahan awal, (3) intermediet reaktif, (4) keadaan transisi, dan produk reaksi kimia, dan (5) aspek pelepasan kovalen dan (6) interaksi molekular yang mempengaruhi reaktivitas kimia. Studi semacam ini memberikan kerangka teoritis dan praktis untuk memahami bagaimana perubahan struktur akan mempengaruhi mekanisme reaksi dan tingkat untuk setiap reaksi organik yang menarik. Aplikasi dari pengetahuan ini sangat luas, seperti topik (a)  fotokimia, (b) polimer dan kimia supramolekul, (c) bioorganik, (d) enzim, (e) dan biologi kimia, serta (f) usaha komersial yang melibatkan proses kimia, teknik kimia, sains bahan dan nanoteknologi, serta penemuan obat.

Topik:

  1. Review peran pengetahuan orbital molekul dan ikatan kimia dalam menentukan reaktivitas senyawa organik (teori kuantum atom dan molekul, konfigurasi elektron, struktur Lewis, muatan formal, VSEPR dan orbital molekul, hibridisasi, dipol, polarisabilitas, sudut ikatan, panjang ikatan, resonansi, dihedral, dan orbital mixing).
  2. Penggambaran mekanisme reaksi organik (koordinat reaksi, tipe-tipe penggambaran energi, keadaan transisi vs intermediet, contoh-contoh penggambaran tingkat energi untuk reaksi SN1, SN2, Sni, E1, E2, reaksi adisi, reaksi adisi elektrofilik pada aromatik.
  3. Aplikasi dan pengembangan komputasi dalam menentukan reaktivitas senyawa organik (mekanika kuantum, karakteristik fungsi gelombang dan persamaan Schrodinger, Hamiltonian, operator, pembentukan ikatan, metode ab initio, metode variasi dan metode Huckel).
  4. Peran persamaan Hammet dalam kuantifikasi hubungan struktur dan reaktivitas.
  5. Cara-cara non-kinetika dalam menentukan reaksi organik.
  6. Aplikasi pengetahuan mengenai mekanisme reaksi terpilih dalam pengembangan industri (produksi MSG, produksi biodisel, mekanisme pengaruh asam, basa, katalis, suhu, dll., dan pergeseran arah reaksi).

Pustaka:

  1. Anslyn, E.V. dan Dougherty, D.A., 2006, “Modern Physical Organic Chemistry”, University Science Books.
  2. Cahyono, B., 2012, Bahan Ajar Kimia Organik Fisik, Universitas Diponegoro Publisher, Semarang
  3. Edwin S. Gould, 1959, Mechanism and Structure in Organic Chemistry, Stanford Research Institute, New York.
  4. Artikel-artikel yang relevan

RPS dan Bahan Ajar:

  1. RPS: Ada
  2. Bahan Ajar: Ada
2. Kimia Biofisik (Biophysical Chemistry) (w) AKM22614 (3 sks) Dalam mata kuliah Kimia Biofisik akan dijabarkan bagaimana konsep struktur, termodinamika dan kinetika dalam ilmu kimia digunakan untuk menjelaskan perilaku dan fungsi biomolekul dalam sistem biologi.
Pembahasan meliputi:

  1. Konfigurasi dan Konformasi Biomolekul
  2. Gaya yang mempengaruhi konformasi biomolekul
  3. Interaksi intra dan intermolekul
  4. Kimia Biofisik Protein dan Asam nuleat
  5. Termodinamika dan kinetika struktur swarakit (self-assembly)
  6. Metode Analisis biomolekul
  7. Bioinformatika

Pustaka:

  1. Cooper, A., 2004, Biophysical Chemistry, The Royal Society of Chemistry
  2. Sheehan, D., 2009, Physical Biochemistry: Principles and Apllications, 2 ed., John Wiley & Sons Ltd., West Sussex
  3. Allen, J.P., 2008, Biophysical Chemistry, Blackwell Publishing, New York
  4. Van Holde, K.E., Johnson, W.C., dan Ho, P.S., 2006, Principles of Physical Biochemistry, 2nd ed. Pearson Prentice Hall, New York
  5. Hoppe, W., Lohmann, W., Markl, H., Ziegler, H, 1983, Biophysics, Springer-Verlag, Berlin
  6. Artikel-artikel yang relevan

RPS dan Bahan Ajar:

  1. RPS: Ada
  2. Bahan Ajar: Ada
3. Penentuan Struktur Molekul (w) AKM22616 (3 sks) …..
4. Disain Riset dan Penulisan Ilmiah (w) AKM22610 (2 sks)

Mata kuliah ini membahas secara khusus pada metodologi desain eksperimental dan cara penulisan korespondensi  dan keterampilan penulisan laporan. Lebih dari itu, mata kuliah ini mengeksplorasi hubungan penting antara desain penelitian dan penulisan.

  1. Tujuan dan Jenis Riset: motivasi: Metode vs Metodologi; Jenis riset: Deskripsi vs Analisis, Aplikasi vs Fundamental, Kuantitatif vs Kualitatif, Konseptual vs Empiris.
  2. Formulasi  Riset: Definisi dan formulasi masalah riset; Pemilihan masalah; Kebutuhan mendefinisikan masalah; Pentingnya literatur dalam mendefinisikan masalah; Ulasan literatur; Sumber primer dan sekunder; Ulasan, risalah, monograf-paten; Web sebagai sumber – mencari web; Tinjauan pustaka Kritis; Mengidentifikasi bidang kesenjangan dari studi literatur; Pengembangan hipotesis kerja.
  3. Desain riset dan Metode: Desain penelitian; Prinsip2 Dasar – Kebutuhan desain penelitian; Fitur desain yang baik; Konsep penting yang berkaitan dengan desain penelitian; Observasi dan Fakta, Hukum dan Teori, Prediksi dan penjelasan, Induksi, Deduksi, Pengembangan Model; Mengembangkan rencana penelitian; Eksplorasi, Deskripsi, Diagnosis, Eksperimen; Menentukan desain eksperimental dan sampel
  4. Koleksi Data dan Analisis: Pelaksanaan penelitian; Observasi dan Pengumpulan data; Metode pengumpulan data; Metode Sampling; Strategi Pengolahan Data dan Analisis; Analisis Data dengan Paket Statistik;       Pengujian Hipotesis; Generalisasi dan Interpretasi.
  5. Penulisan Laporan dan Tesis: Struktur dan komponen laporan ilmiah; Jenis laporan; Laporan teknis dan tesis;       Signifikansi; Langkah-langkah berbeda dalam persiapan; Tata letak, struktur dan Bahasa suatu laporan;       Ilustrasi dan tabel; Bibliografi, referensi dan catatan kaki; Presentasi Oral: Perencanaan – Persiapan – Praktek – Membuat presentasi – Penggunaan alat bantu visual – Pentingnya komunikasi yang efektif.
  6. Aplikasi Hasil dan Etika: Dampak lingkungan; Masalah etika – komite etika; Komersialisasi – Hak kopi – royalti – Hak kekayaan intelektual dan hukum paten – aspek perdagangan terkait Hak Kekayaan Intelektual; Reproduksi dari materi yang dipublikasikan; Plagiarisme; Kutipan dan pengakuan; Reprodusibilitas dan akuntabilitas.
5. Filsafat Ilmu (w) AKM22611 (2 sks)
  1. Pemahaman kaitan filsafat dan filsafat ilmu: Pengertian filsafat; Memahami tokoh filosof alam dan filosof besar; Cabang dan aliran filsafat; Perkembangan filsafat.
  2. Peranan filsafat ilmu: Pengertian dan bidang kajian filsafat ilmu; Pengelompokan ilmu; Ontologi (hakekat realita); Epistemologi (cara memperoleh pengetahuan secara prosedural dan absah/benar); Aksiologi (hakekat kegunaan ilmu dan teknologi).
  3. Cara kerja ilmuwan: Argumentasi ilmiah; Metode-metode ilmiah; Kebenaran ilmiah; Sikap ilmuwan.
  4. Pendekatan filsafat ilmu: Hubungan antara Filsafat, ilmu dan pendidikan; Struktur teori dan ilmu pendidikan; Filsafat ilmu bidang studi/program studi Kimia.
6. Sintesis Kimia Organik (w) AKM22622 (3 sks)
  1. Dasar Strategi Sintesis Dengan Pendekatan Diskoneksi: Urutan Langkah, Kemoselektivitas.
  2. Pembalikan Polarity dan Strategi Reaksi Siklik.
  3. Strategi Sinthesis senyawa Amin.
  4. Gugus Pelindung.
  5. Diskoneksi satu Gugus C-C: Senyawa Alkohol.
  6. Strategi Pemilihan Diskoneksi C-C.
  7. Strategi Enantioselektivitas pada Sintesis Senyawa Organik.
  8. Diskoneksi satu Gugus C-C: Senyawa Karbonil.
  9. Strategi Regioselektivitas pada Sintesis Senyawa Organik.
  10. Enantioselektivitas pada Reaksi Organik menggunakan Katalis Senyawa Organik.
  11. Enantioselektivitas pada Reaksi Organik menggunakan Katalis Senyawa Organo Logam: Kopling Heck, Kopling Suzuki-Miyaura dan Kopling Stile.

RPS dan Bahan Ajar:

  1. RPS: Ada
  2. Bahan Ajar: Ada
7. Biosintesis Bahan Alam (w) AKM22624 (2 sks) …..
8. Instrumentasi Analitik (w) AKM22620 (3 sks) …..
9. Seminar (w) AKM22630 (1 sks) …..
10. Tugas Riset I (Tesis) (w) AKM22631 (4 sks) …..
11. Tugas Riset II (Tesis) (w) AKM22640 (4 sks) …..
12. Ujian Magister (w) AKM22641 (1 sks) …..
13. Sistem Penghantaran Bioaktif (Bioactives Delivery System) (P) AKM22732 (2 sks) Dalam mata kuliah Sistem Penghantaran Bioaktif akan dijabarkan bagaimana konsep struktur, termodinamika dan kinetika dalam ilmu kimia digunakan untuk menjelaskan teknologi penghantaran
bioaktif.
Pembahasan meliputi:

  1. Difusi dan dispersi bioaktif
  2. Difusi dalam sistem biologi
  3. Permeasi bioaktif melalui biomembran
  4. Sistem penghantaran terkontrol
  5. Surfaktan sebagai Penghantar Bioaktif
  6. Polimer sebagai Penghantar Bioaktif

Pustaka:

  1. Saltzman, W. M., 2001, Drug Delivery : Engineering Principles for Drug Delivery, Oxford University Press, Inc.
  2. Malmsten, M., 2002, Surfactants and Polymers in Drug Delivery, Marcel Dekker, Inc.
  3. Fanun, M., 2010, Colloids In Drug Delivery, Taylor and Francis Group, LLC.
  4. Artikel-artikel yang relevan

RPS dan Bahan Ajar:

  1. RPS: Ada
  2. Bahan Ajar: Ada
14. Kimia Medicinal (P) AKM22734 (2 sks) …..
15. Biokimia Medik (P) AKM22736 (2 sks) …..
16. Metode Pemisahan Senyawa Organik (P) AKM22738 (2 sks) …..
17. Pemodelan Molekul (Molecular Modelling) (P) AKM22730 (2 sks) Dalam mata kuliah Pemodelan Molekul akan dijabarkan bagaimana konsep struktur molekul tidak cukup dijelaskan dengan struktur Lewis tetapi dapat dijelaskan dengan geometri untuk mendukung sifat-sifat keadaan sebenarnya atau mikroskopik dan makroskopik.
Pembahasan meliputi:

  1. Pendekatan teori kuantum (ab initio, DFT)
  2. Pemodelan molekul tunggal: geometri molekul, energi, muatan, spektra IR dan NMR
  3. Pemodelan interaksi antarmolekul pemodelan molekul tunggal: geometri molekul, energi, muatan, spektra IR dan NMR
  4. Pemodelan mekanika molekul dan dinamika molekul.
18. Bioassay (P) AKM22720 (2 sks) …..
19. Biofisik Pangan (P) AKM22722 (2 sks) …..
20. Biomembran (Biomembranes) (P)
AKM22724 (2 sks) Dalam mata kuliah Biomembran akan dijabarkan bagaimana konsep struktur, termodinamika dan kinetika dalam ilmu kimia digunakan untuk menjelaskan perilaku dan fungsi membran dalam sistem biologi.
Pembahasan meliputi:

  1. Struktur dan Komposisi Biomembran
  2. Struktur dan sifat Membran Lipida
  3. Karakterisasi dan struktur Dasar Membran Protein
  4. Asimetri dalam Membran
  5. Dinamika Molekul Membran dan interaksi Protein-Lipida
  6. Membran Enzimologi
  7. Interaksi Molekul dengan Membran

Pustaka:

  1. Gennis, R.B., 1989, Biomembranes: Molecular Structure and Function, Springer-Verlag.
  2. Hyvönen, M., 2001, Molecular Dynamics Simulations On Phospholipid Membranes, University of Oulu.
  3. Tien, H.T., dan Ottova-Leitmannova, 2000, Membrane Biophysics: As View from Experimental Bilayer Lipid Membranes (Planar Lipid Bilayers and Spherical Liposomes), Elsevier.
  4. Heimburg, T., 2007, Thermal Biophysics of Membranes, WILEY-VCH Verlag GmbH & Co. KGaA, Weinheim
  5. O. Mouritsen, 2005, Life – as a Matter of Fat, Springer-Verlag, Heidelberg
  6. Artikel-artikel yang relevan
24. Farmakologi Molekuler (P) AKM22726 (2 sks) …..
25. Metode Analisis Biomolekul (P) AKM22728 (2 sks) …..

B. Peminatan Ilmu Kimia Material Anorganik (IKMA)

No. Nama Matakuliah Kode Silabus
1. Kimia Anorganik Fisik Lanjut (w) AKM22613 (3 sks)
  1. Beberapa Prinsip Dasar: (a) Prinsip Reaksi Kimia: Aspek Termodinamika dan Kinetika; (b) Elektronegativitas: Karakter Kovalen dan Karakter Ionik senyawa Kimia; (c) Muatan Atom: Muatan Formal, Bilangan Oksidasi, Muatan Parsial; (d) Kekuatan ikatan: Kovalen, Koordinasi,Ionik, dan Logam.
  2. Stabilitas dan Reaktivitas Padatan Anorganik: (a) Model ionik untuk Padatan Anorganik: Struktur dan Geometri; (b)  Energi Kisi: Padatan ionik, Padatan Logam, dan Padatan Kovalen; (c) Siklus Born-Haber: Penetapan Energi Kisi Padatan ionik; (d) Kelarutan Padatan: Padatan Kovalen dan Padatan Ionik.
  3. Protonik dan nonprotonik pada Sistem Reaksi Asam-Basa: (a) Berbagai Model Asam dan Basa: Asam Bronsted dan asam Lewis; (b) Model Protonik untuk Reaksi Asam-Basa: Afinitas Proton, Efek Pelarut, dan Kekuatan Asam; (c)  Model Non-Protonik untuk reksi Asam-Basa: Polarizabilitas dan konsep HSAB, Efek pelarut, dan kekuatan asam; (d)  Reaksi Asam-Basa dalam system heterogen.
  4. Transfer Elektron pada Sistem Reaksi Redoks: (a) Pengertian Oksidasi-Reduksi: Potensial Sel dan Konvensi Elektrokimia; (b) Diagram Pourbaix dalam evaluasi sistem Redoks; (c) Beberapa sistem redoks: Logam dan nonlogam; (d) Evaluasi konstanta Kesetimbangan dari data elektrokimia.
  5. Stabilitas dan Reaktivitas Senyawa Hidrogen: (a) Klasifikasi dan struktur molekular senyawa hidrogen; (b) Stabilitas dan reaktivitas senyawa Hidrogen golongan Boron dan aluminium; (c) Stabilitas dan Reaktivitas senyawa Hidrogen golongan karbon; (d) Stabilitas dan Reaktivitas senyawa Hidrogen golongan Nitrogen dan oksigen.
  6. Stabilitas dan reaktivitas unsur utama: (a) Klasifikasi dan struktur molekular senyawa unsur utama; (b) Stabilitas dan reaktivitas senyawa golongan Boron dan aluminium; (c) Stabilitas dan Reaktivitas senyawa golongan karbon; (d)  Stabilitas dan Reaktivitas senyawa golongan Nitrogen dan oksigen.
  7. Stabilitas dan reaktivitas unsur transisi: (a) Klasifikasi dan struktur molekular senyawa unsur transisi; (b) Stabilitas dan reaktivitas senyawa unsur transisi blok d; (c) Stabilitas dan Reaktivitas senyawa unsur transisi blok f.

Pustaka:

  1. Atkins, Inorganic Chemistry.
  2. Douglas,B.E, Mcdaniel, D.H, and Alexsander, J. J, 1994, “Concepts and Models of Inorganic Chemistry”, 3rd Edition, John Wiley&Sons,Inc., New York.
2. Mekanisme Reaksi Anorganik (w) AKM22615 (3 sks)
  1. Kestabilan senyawa kompleks dan faktor yang mempengaruhinya.
  2. Kelabilan senyawa kompleks  dan hubungannya dengan konfigurasi elektron -d.
  3. Reaksi subtitusi dalam  senyawa kompleks: subtitusi  ligan dan subtitusi  logam.
  4. Reaksi subtitusi dalam kompleks oktahedral: Mekanisme assosiatif,dissosiatif dan interchange.
  5. Pengaruh ligan masukan (entering ligand) dan ligan tinggalan (leaving ligand).
  6. Pengaruh ligand-ligand  yang  tidak terlibat (uninvolved ligand).
  7. Hidrolisis asam dan basa.

Pustaka:

  1. Douglas,B.E, Mcdaniel,   D.H, and Alexsander,  J. J, 1994, “Concepts and Models      of Inorganic Chemistry”,  3rd Edition, John Wiley&Sons,Inc., New York.
  2. Huheey, J, E, Keiter, E. A., and Keiter, R. L., 1993  “Inorganic Chemistry: Principles of Structures and Reactivity”, 4th Edititon, Harper Collins College publisers, New York.
  3. Bowser, J. R., 1993, “Inorganic Chemistry”, Brooks Cole Publishing Company, Pasific Grove, California
3. Metode Pemisahan dan Elusidasi Struktur Anorganik (w) AKM22617 (3 sks)
  1. Penjelasan umum tentang struktur zat anorganik
  2. Berbagai metode pemisahan zat padat dan metode analisis material
  3. Spektroskopi UV-tampak
  4. Spektroskopi inframerah dan Raman
  5. Resonansi magnetik nuklir (H-NMR, C-NMR, Si-NMR) dan xps
  6. Metode difraksi sinar x bagian I; Hukum Bragg
  7. Metode difraksi sinar x bagian 2; Identifikasi fasa
  8. Metode difraksi sinar x bagian 2; Menentukan jenis mineral secara online
  9. Analisis termal: TGA
  10. Mikroskopi electron (SEM dan TEM) dan Scanning probe microscopy (AFM)
  11. Analisis serapan gas
  12. Electrochemical techniques
    EIS
    Cyclic voltametry
    LCR

RPS dan Bahan Ajar:

  1. RPS: Ada
  2. Bahan Ajar: Ada
4. Disain Riset dan Penulisan Ilmiah (w) AKM22610 (3 sks)

Mata kuliah ini membahas secara khusus pada metodologi desain eksperimental dan cara penulisan korespondensi  dan keterampilan penulisan laporan. Lebih dari itu, mata kuliah ini mengeksplorasi hubungan penting antara desain penelitian dan penulisan.

  1. Tujuan dan Jenis Riset: motivasi: Metode vs Metodologi; Jenis riset: Deskripsi vs Analisis, Aplikasi vs Fundamental, Kuantitatif vs Kualitatif, Konseptual vs Empiris.
  2. Formulasi  Riset: Definisi dan formulasi masalah riset; Pemilihan masalah; Kebutuhan mendefinisikan masalah; Pentingnya literatur dalam mendefinisikan masalah; Ulasan literatur; Sumber primer dan sekunder; Ulasan, risalah, monograf-paten; Web sebagai sumber – mencari web; Tinjauan pustaka Kritis; Mengidentifikasi bidang kesenjangan dari studi literatur; Pengembangan hipotesis kerja.
  3. Desain riset dan Metode: Desain penelitian; Prinsip2 Dasar – Kebutuhan desain penelitian; Fitur desain yang baik; Konsep penting yang berkaitan dengan desain penelitian; Observasi dan Fakta, Hukum dan Teori, Prediksi dan penjelasan, Induksi, Deduksi, Pengembangan Model; Mengembangkan rencana penelitian; Eksplorasi, Deskripsi, Diagnosis, Eksperimen; Menentukan desain eksperimental dan sampel
  4. Koleksi Data dan Analisis: Pelaksanaan penelitian; Observasi dan Pengumpulan data; Metode pengumpulan data; Metode Sampling; Strategi Pengolahan Data dan Analisis; Analisis Data dengan Paket Statistik;       Pengujian Hipotesis; Generalisasi dan Interpretasi.
  5. Penulisan Laporan dan Tesis: Struktur dan komponen laporan ilmiah; Jenis laporan; Laporan teknis dan tesis;       Signifikansi; Langkah-langkah berbeda dalam persiapan; Tata letak, struktur dan Bahasa suatu laporan;       Ilustrasi dan tabel; Bibliografi, referensi dan catatan kaki; Presentasi Oral: Perencanaan – Persiapan – Praktek – Membuat presentasi – Penggunaan alat bantu visual – Pentingnya komunikasi yang efektif.
  6. Aplikasi Hasil dan Etika: Dampak lingkungan; Masalah etika – komite etika; Komersialisasi – Hak kopi – royalti – Hak kekayaan intelektual dan hukum paten – aspek perdagangan terkait Hak Kekayaan Intelektual; Reproduksi dari materi yang dipublikasikan; Plagiarisme; Kutipan dan pengakuan; Reprodusibilitas dan akuntabilitas.
5. Filsafat Ilmu (w) AKM22611 (2 sks)
  1. Pemahaman kaitan filsafat dan filsafat ilmu: Pengertian filsafat; Memahami tokoh filosof alam dan filosof besar; Cabang dan aliran filsafat; Perkembangan filsafat.
  2. Peranan filsafat ilmu: Pengertian dan bidang kajian filsafat ilmu; Pengelompokan ilmu; Ontologi (hakekat realita); Epistemologi (cara memperoleh pengetahuan secara prosedural dan absah/benar); Aksiologi (hakekat kegunaan ilmu dan teknologi).
  3. Cara kerja ilmuwan: Argumentasi ilmiah; Metode-metode ilmiah; Kebenaran ilmiah; Sikap ilmuwan.
  4. Pendekatan filsafat ilmu: Hubungan antara Filsafat, ilmu dan pendidikan; Struktur teori dan ilmu pendidikan; Filsafat ilmu bidang studi/program studi Kimia.
6. Kimia Material (w) AKM22623 (2 sks) …..
7. Katalis (w) AKM22625 (2 sks) …..
8. Instrumentasi Analitik (w) AKM22620 (3 sks) …..
9. Seminar (w) AKM22630 (1 sks) …..
10. Tugas Riset I (Tesis) (w) AKM22631 (4 sks) …..
11. Tugas Riset II (Tesis) (w) AKM22640 (4 sks) …..
12. Ujian Magister (w) AKM22641 (1 sks) …..
13. Simetri Molekul Anorganik (P) AKM22731 (2 sks) …..
14. Membran Anorganik (P) AKM22733 (2 sks) …..
15. Kimia Bioanorganik Lanjut (P) AKM22735 (2 sks) …..
16. Kimia Permukaan dan Koloid (Surface Chemistry and Colloid) (P)
AKM22737 (2 sks) Dalam mata kuliah Kimia Permukaan akan dijabarkan bagaimana konsep struktur, termodinamika dan kinetika dalam ilmu kimia digunakan untuk menjelaskan fenomena-fenomena permukaan dalam sistem koloid anorganik.
Pembahasan meliputi:

  1. Termodinamika permukaan
  2. Adsorpsi pada permukaan
  3. Muatan Listrik Permukaan
  4. Interaksi partikel dan koagulasi
  5. Koloid Silika
  6. Struktur Komposit
  7. Membran sintetis

Pustaka:

  1. D., Myers, 1999, Surfaces, Interfaces, And Colloids: Principles and Applications, 2nd Ed., John Wiley & Sons, Inc.
  2. Schick, M. J., dan Hubbard, A. T., 2006, Colloidal Silica Fundamentals and Applications, Taylor & Francis Group, LLC
  3. Strathmann, H., Giorno, L., Drioli, E., 2006, An Introduction to Membrane Science and Technology, Consiglio Nazionale Delle Ricerche.
  4. Artikel-artikel yang relevan
17. Fotokimia-Fotokatalis (Photochemistry-Photocatalyst) (P) AKM22721 (2 sks) Matakuliah ini adalah membahas reaksi kimia yang diinisiasi dan dikatalisis oleh absorpsi cahaya. Topik-topik yang akan dibahas adalah:

  1. Proses fotofisik –diagram Jablonski dengan sub pokok bahasan radiasi elektromgnetik, absorpsi, fluorisensi, konversi internal dan crossing antarsistem, fosforisensi.
  2. Proses fotofisik biomolekul meliputi sub pokok bahasan quenching, excimers, dan exiplexes, transfer elektron terfotoinduksi, transfer energi I (mekanisme Dexter – sensitisasi), transfer energi II (mekanisme Foster), transfer energi resonansi fluoresensi.
  3. Reaksi fotokimia, meliputi sub pokok bahasan funnel, kimia asam-basa dan isomerisasi, aturan seleksi kebalikan perisiklik, reaksi fotoadisi, penataan-ulang metana-di-π, karbonil I (reaksi I Norrish), karbonil II (fotoreduksi dan reaksi Norrish II), eliminasi N2.
  4. Kemiluminisensi meliputi sub pokok bahasan permukaan energi potensial, jenis-jenis reaksi kemiluminisensi, termolisis dioketana, (e) Oksigen singlet
18. Kimia Sumberdaya Mineral (*) AKM22723 (2 sks) Catatan: *)Kurikulum lama. Pada kurikulum baru ditiadakan, dan masuk transisi
19. Kimia Supramolekul Lanjut (P) AKM22725 (2 sks) Konsep dan istilah kimia supramolekul diperkenalkan pada tahun 1978. Kimia supramolekul berawal dari fenomena dan fakta diantaranya ikatan selektif kation oleh alam, ligan makrosiklik dan makropolisiklik, rekognisi molekul sebagai daerah baru riset bidang ilmu kimia, hingga interaksi antarmolekul dan proses-proses lainnya. Rekognisi molekul misalnya adalah inti kimia ”host-guest” (H…G). Kimia supramolekul adalah assembly molekul dan ikatan antarmolekul, menghasilkan spesies atau entitas kompleks terorganisasi oleh asosiasi dua atau lebih spesies kimia yang diikat oleh gaya-gaya intermolekul. Spesies supramolekul adalah panataan-ulang struktur dan geometri komponen-komponennya. Jenis interaksi dapat dibedakan berdasarkan (a) kekuatan dan (b) arah, serta ketergantungan pada jarak dan sudut, meliputi (a) koordinasi ion logam, (b) gaya-gaya elektrostatik, (c) ikatan hidrogen, (d) interaksi van der Waals, (e) interaksi donor-aseptor, dengan kekuatan ikatan (a) lemah atau sedang: ikatan hidrogen, (b) kuat atau sangat kuat: koordinasi ion logam. Gaya-gaya intermolekul umumnya lebih lemah dari pada ikatan kovalen, sehingga spesies supramolekul kurang stabil secara termodinamika, lebih labil secara kinetika, dan lebih fleksibel secara dinamika dibandingkan dengan molekul. Kimia supramolekul adalah ikatan ”soft” sehingga dapat disebut ”soft chemistry.” Komponen-komponen pada kompleks digunakan istilah ligan, sedangkan pada supramolekul disebut reseptor (R) dan substrat (S). Substrat (S) adalah komponen yang lebih kecil dan letak gugus berinteraksi yang dicari (disain molekul). Pengikatan selektif substrat spesifik (S) pada reseptor (R) menghasilkan supramolekul R…S dan melibatkan proses rekognisi molekul. Aplikasi spesies supramolekul diantaranya: (a) Sisi pengikatan reseptor dapat menghasilkan gugus fungsi reaktif, dan dapat mempengaruhi trasformasi kimia pada substrat yang terikat, sehingga berperilaku sebagai reagen atau katalis supramolekul; (b) Lipofilik, reseptor yang larut dalam membran dapat bertindak sebagai pembawa yang pempengaruhi translokasi substrat terikat; (c) Rekognisi molekul, transformasi, dan translokasi merupakan fungsi dasar spesies supramolekul; (d) Aplikasi yang lebih kompleks adalah assembly dan fasa polimolekul (lapisan, membran, gelembung, kristal cair, dll.); (e) ”Alat-alat” molekular dan supramolekular; dan (f) Self-processes (self-assembly, self-organization, replication) dan disain sistem supramolekul terpogram. Kajian sifat spesies supramolekul meliputi (a) struktur, (b) konformasi, (c) termodinamika, (d) kinetika, dan (e) dinamika. Fokus kajian adalah kimia teori (dan prosedur komputasi) asosiasi molekul kecil seperti dimer air (mekanika kuantum) dan molekul besar seperti protein dan peptida (mekanika molekul), dan hasil-hasil eksperimen. Hubungan timbal balik antara teori dan eksperimen pada studi sifat-sifat spesias supramolekul akan memberi pemahaman tentang (a) interaksi, (b) struktur, dinamika, (c) konstanta asosiasi, efek medium, (d) dll.

Topik-topik yang akan dibahas:

  1. Sifat-sifat molekul yang menyebabkan terjadinya interaksi antarmolekul: (a) Sifat-sifat listrik molekul tunggal: muatan atom-atom molekul, momen dipol, polarisabilitas, permitivitas relatif, (b) struktur, geometri, dan konformasi molekul.
  2. Metode komputasi perhitungan sifat-sifat listrik molekul tunggal.
  3. Jenis-jenis interaksi dan metode komputasi perhitungan sifat-sifat interaksi antarmolekul: energi potensial interaksi, interaksi dipol – dipol, interaksi dipol – dipol terinduksi, interaksi dipol terinduksi – dipol terinduksi, ikatan hidrogen.
  4. Termodinamika, kinetika, dan dinamika interaksi antarmolekul.
  5. Metode eksperimen analisis supramolekul.

Pustaka:

  1. Lehn, J.M., 1995, “Supramolecular Chemistry: concepts and perspectives“, VCH Verlagsgesellschaft mbH, Weinheim
  2. Anslyn, E.V. dan Dougherty, D.A., 2006, “Modern Physical Organic Chemistry”, University Science Books.
  3. Van Holde, K.E., Johnson, W.C., dan Shing Ho, P., 2006, Principles of Physical Biochemistry, 2nd ed., Pearson Education, Inc.
  4. Siahaan, P., 2010, “Kimia Supramolekul”, Bahan Ajar, tidak diterbitkan, Jurusan Kimia UNDIP, Semarang
  5. Atkins dan de Paula, 2014, Physical Chemistry, 10th ed., W. H. Freeman and Company, New York.
  6. Artikel-artikel yang relevan
20. Kimia Zat Padat Lanjut (P) AKM22727 (2 sks)
  1. Ikatan pada Zat Padat : a. padatan ionik; b. padatan jaringan kovalen; c. ikatan logam dan teori pita;
  2. Struktur Kristal dan Kimia Kristal : a. unit sel dan sistem kristal; b. simetri; c. kisi dan Bravais; d. bidang kisi dan indeks miller; e. indeks arah kristal; f. struktur kristal;
  3. Beberapa Tipe Struktur Penting : a. rock salt; b. diamond; c. wurtzite; d. rutile; e. perovskite; f. spinel;
  4. Cacat Kristal: a. Asal usul dan tipe cacat kristal b. Senyawa non stoikiometri dan laurtan zat padat;
  5. Keadaan Amorf: a. proses sol gel; b. gelas; c. material semen; d. keramik;
  6. Diagram Fase : a. klasifikasi transisi fasa; b. kinetika dan faktor yang mempengaruhi transisi fasa; c. aturan fasa; d. sistem satu komponen; e. sistem dua komponen;
  7. Karakteristik Material : a. sifat optik; b. sifat listrik; c. sifat mekanik; d. sifat tahan panas.

RPS dan Bahan Ajar:

  1. RPS: Ada
  2. Bahan Ajar: Ada

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *